Startup Indonesia Yang Sudah Ekspansi Ke Internasional

Bagikan Yuk

Sumber : https://id.techinasia.com/startup-lokal-ekspansi-internasional

Gema tentang startup semakin berkibar di tanah Indonesia. Dan lebih jauh lagi bahwa sudah ada beberapa startup Indonesia yang sudah go internasional. Inilah beberapa startup Indonesia yang sudah berekspansi ke negara lain.

1. ADSKOM

Sumber : https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/yNLM901b-adskom-dapatkan-investasi-dari-3-perusahaan

Startup periklanan digital ADSKOM hari ini (23/3) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan ekspansi pasar ke India. Di sana ADSKOM akan menawarkan layanan purchase intent ke berbagai perusahaan e-commercedi India. Purchase intent merupakan sebuah metode untuk mengukur kemungkinan konsumen untuk membeli sebuah produk.

India menjadi destinasi ketiga dari ADSKOM. Sebelumnya startup ini membuka cabang di Singapura dan Amerika Serikat. Di Singapura, kantor ADSKOM berperan sebagai holding company yang digunakan sang startup untuk mengurus investasi dan penggalangan dana. Sedangkan untuk di AS, kantorADSKOM digunakan untuk merekrut engineering. Yang mana sejauh iniADSKOM telah memiliki lima senior engineering dan satu data scientist di AS. (3)

2. BRIDESTORY

Sumber : http://mediaindonesia.com/read/detail/145364-kevin-mintaraga-saatnya-ekspansi-wedding-vendor-indonesia

Setelah sebelumnya meresmikan kehadirannya di Singapura, portal informasi vendor pernikahan Bridestory baru-baru ini juga mersemikan kehadirannya di Filipina. Sama seperti saat di Singapura, kehadirannya di Filipina ditandai dengan hadirnya website lokal, www.bridestrory.com.ph. Bridestory mengaku bahwa di Filipina kini sudah terdapat lebih dari 200 vendor lokal di direktori situsnya. Bridestory juga baru meresmikan kehadirannya di Australia.

CEO Bridestory Kevin Mintaraga kepada DailySocial menginformasikan bahwa ekspansinya ke Filipina tidak berbasiskan kerja sama khusus dengan partner lokal. Kevin juga menjelaskan bahwa Filipina dipilih dalam rangkaian awal ekspansi karena memiliki pasar yang mirip dengan Indonesia. Orang-orang di Filipina disebut memiliki budaya seperti orang Indonesia, selalu mempersiapkan dana lebih untuk sebuah perta pernikahan.

Menariknya orang Filipina juga tidak asing dengan bahasa Inggris, yang berarti platform Bridestory bisa langsung masuk kendati belum melakukan lokalisasi konten secara penuh. Keuntungan serupa juga didapat saat hadir di Australia.(5)

3. GOJEK

Sumber : https://blogunik.com/get-dan-go-viet-ekspansi-gojek-ke-luar-negri/

Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, GoJek memastikan telah melakukan ekspansi atau pengembangan jaringan ke empat negara di wilayah Asia Tenggara. Negara-negara tersebut antara lain Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Vice President Corporate Communications, Michael Say mengatakan, untuk Vietnam nama aplikasi akan berubah dan tidak lagi menggunakan nama GoJek melainkan GoViet, sedangkan di Thailand namanya adalah Get.

“Untuk dua negara lainnya yakni Singapura dan Filipina belum diumumkan, dan tidak lama lagi di tahun 2018 ini kami akan melakukan soft launching untuk dua negara tersebut,” kata Muchael.(1)

4. HIJUP

Sumber : http://annualreport.id/info/mengintip-rencana-hijupcom-untuk-ipo

Marketplace fesyen Muslim Hijup mengumumkan langkah mengejutkan di sela-sela pagelaran London Modest Fashion Week 2018. Pihaknya telah mengakuisisi Haute-Elan, platform marketplace terbesar di Inggris Raya untuk modest fashion, dengan nilai yang tidak disebutkan. Pasca akuisisi ini, mereka akan meluncurkan Hijup UK Limited yang menjadi langkah pertama Hijup go global.

Sudah cukup lama Hijup tidak menunjukkan pembaruannya di media, pasca perolehan pendanaan di tahun 2015. Layanan yang didirikan oleh Diajeng Lestari ini menggebrak di awal tahun 2018 dengan langkah akuisisi terhadap Haute-Elan. Disebutkan transaksi ini difasilitasi Aidijuma Colors Group yang berbasis di Malaysia. Ketiga perusahaan ini didirikan oleh Founder perempuan. (4)

5. HuntStreet

Sumber : https://www.huntstreet.com/

Besarnya minat pembeli barang-barang mewah secondhand (preloved) saat ini telah memberikan peluang tersendiri bagi layanan marketplace untuk menghadirkan platform khusus penjualan barang-barang tersebut. Salah satu layanan yang mencoba untuk menyasar sektor tersebut adalah HuntStreet, yang didirikan oleh Janice Winata dan Sabrina Joseph pada bulan Juli tahun 2015 lalu.

Di tahun yang ketiga, HuntStreet telah melakukan ekspansi ke Singapura dan berencana untuk menambah lokasi penjualan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, selain Jakarta dan Bandung.

6. INVESTREE

Sumber : https://www.reuters.com/brandfeatures/venture-capital/article?id=11395

Setelah mendapatkan pendanaan seri B, Investree berencana menggunakaan pendanaan itu untuk mengembangkan produk dan layanan serta untuk mempeluas pasar ke Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Thailand. Di ketahui, awal tahun 2018, perusahaan ini telah beroperasi secara resmi di Vietnam dengan nama eLoan.

Sedangkan di Thailand, Investree bakal mengoperasikan secara resmi di bulan Desember 2018. Saat ini tengah mempersiapkan patner lokal, pendalaman pasar, mengurus perizinan di Thailand.

“Kami tengah menjalin hubungan dengan regulator di Thailand, hal ini diperlukan untuk bisa mengetahui risiko atas produk yang kami pasarkan di sana. Tapi kami menyediakan produk bersifat global tapi dengan rasa lokal,” kata CEO & Co-Founder Investree Adrian Gunadi. (7)

7. SWEET ESCAPE

Layanan pencari jasa fotografer Sweet Escape mengumumkan ekspansi perdana ke Filipina sebagai negara sasaran pertama untuk kawasan regional. Perusahaan telah menyiapkan tim lokal dan menggandeng brand seperti Citibank untuk kerja sama bisnisnya.

“Setelah mengevaluasi berbagai hal, kami memutuskan untuk mendalami pasar Filipina dan mengembangkan inisiatif marketing spesifik sebagai langkah awal,” ujar CEO Sweet Escape David Soong dalam keterangan resmi. (6)

8. TRAVELOKA

Sumber : http://www.baanlaesuan.com/92063/news-update/traveloka-thailand/

Traveloka merupakan startup yang bergerak dibidang reservasi tiket perjalanan berdiri sejak tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Startup ini telah mencapai total pendanaan mencapai US$ 2 milyar pada akhir tahun 2017 yang lalu.

Di mana saja negara yang menjadi pasar baru bagi Traveloka tersebut? Traveloka rupanya telah menjangkau beberapa negara di Asia Tenggara. Seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Singapura. Di beberapa negara tersebut Traveloka bahkan mampu untuk menjadi pemimpin pasar seperti di Thailand.

Bahkan baru-baru ini, CEO Traveloka, Ferry Unardi menjelaskan bahwa Traveloka sempat dikira sebagai perusahaan yang berasal dari Thailand karena nama Traveloka dianggap diambil dari bahasa sansekerta. (2)

Sumber :

1. https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/07/13/pbrgv8368-gojek-ekspansi-ke-4-negara-ini

2. https://katadata.co.id/berita/2018/05/10/ekspansi-ke-thailand-traveloka-berhasil-jadi-paling-populer

3. https://id.techinasia.com/startup-periklanan-digital-adskom-ekspansi-pasar-ke-india

4. https://dailysocial.id/post/hijup-akuisisi-haute-elan

5. https://dailysocial.id/post/bridestory-ekspansi-filipina-australia

6. https://dailysocial.id/post/sweet-escape-ekpansi-ke-filipina

7. https://keuangan.kontan.co.id/news/raih-pendanaan-seri-b-investree-ekspansi-ke-thailand

Sumber featured image :

1. https://id.techinasia.com/startup-lokal-ekspansi-internasional

 

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *