Sholat Ghoib : Tata Cara Dan Bacaan Sholat Ghoib (Arab & Latin)

Bagikan Yuk

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=jagrHAp9GoI

Shalat ghoib merupakan shalat yang dikerjakan saat ada keluarga atau kerabat kita atau Muslim siapapun yang meninggal dunia akan tetapi tempat meninggalnya jauh dari tempat kita atau keluarganya sedang berada.

Disunnahkan mengerjakan shalat ghoib ini atas mayit tersebut walaupun waktu meninggalnya sudah lewat satu minggu atau bahkan lebih.

Hukum mengerjakan shalat ghoib ialah sunnah yakni jika dilakukan mendapatkan pahala namun jika tak dikerjakan tak mendapat dosa.

Waktu dikerjakannya shalat ghoib bisa kapan saja baik siang atau malam, baik sendiri atau secara berjama’ah. Namun, shalat ini akan lebih baik jika dikerjakan bersama-sama agar pahala yang didapatkan si mayit lebih banyak.

Manfaat dikerjakannya shalat ghoib itu sendiri ialah untuk meraih banyak pahala dari Allah swt, seperti sabda Nabi Muhammad saw yang berbunyi:

“Barangsiapa yang mengiringi jenazah dan turut menshalatkan, maka dia akan memperoleh pahala yang besarnya satu qirath (gunung besar).” H.R. Muttafaqun ‘alaihi.

Tata Cara Mengerjakan Shalat Ghoib

Tata cara pelaksanaan shalat ghoib sama dengan shalat jenazah hanya saja shalat ghoib dikerjakan ketika mayat berada jauh dari tempat kita berada.

Pelaksanaannya sama dengan shalat jenazah baik itu cara serta doanya. Dikerjakan dengan 4 takbit dan diakhiri dengan salam (berdiri). Perbedaannya hanya ada pada lafal niat shalatnya saja.

Niat, Doa Dan Cara Mengerjakan Shalat Ghoib Lengkap

Perlu diperhatikan sekali lagi, bahwa cara shalat ghoib sama dengan cara shalat jenazah namun hanya berbeda pada bacaan niat shalatnya saja. Setelah itu jumlah takbir serta bacaan doanya setelah takbir sama persis dengan shalat jenazah.

Bacaan Niat Sholat Ghaib

Niat sholat ghaib untuk jenazah yang diketahui identitasnya

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلّهِ تَعَالى

Usholli alalmayyiti (tati-perempuan) alghooibi arba’a takbiroti fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta’ala

Aku niat sholat atas mayit (….) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta’ala

Niat sholat ghaib untuk jenazah yang tidak diketahui identitasnya

أُصَلِّى عَلَى  مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ اْلإِمَامِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالى

Usholli ala man sholla alaihi  arba’a takbiroti fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta’ala

Aku sholat ghoib atas mayyit yang disholati imam empat kali takbir fardu kifayah makmum karena Allah Ta’ala

Takbir Pertama Bembaca Surat al-Fatihah

بسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ  لله ِ  رَبِّ   الْعَالَمِيْنَ  الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم ملِكِ يَوْمِ الدِّ يـْنِ  ايـَّاكَ نـَعْبُدُ وَايـَّاكَ نـَسْتَعِيْنُ    اِهْدِنـَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذيـْنَ اَنـــْعَمْتَ عَلَيْهِمْ  غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ لاَ الضَّالّــِـيْنَ

Takbir Kedua Membaca Sholawat

Membaca bacaan Shalawat ketika sedang tahiyat. Yaitu membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW seperti dibawah ini.

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad.

Kamaa shollaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamidun majiid.

Artinya:

“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.

Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.”

Takbir Ketiga Membaca Doa

Membacakan doa untuk si Jenazah, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hadist berikut:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Allaahummaghfir la-hu warham-hu waafi-hi wafu’an-hu, wa akrim nuzuula-hu, wawassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-hu minal danasi, wa abdil-hu daaran khairan min daari-hi, wa ahlan khairan min ahli-hi, wa zaujan khairan min zau-ji-hi, waqi-hi fitnatal qabri wa’adzaban naari.

Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.

Takbir Keempat  Membaca Do’a

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ  وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. Waliikhwaninalladzinasabaquunabiliimaani walaa taj’al fii quluubina ghillallilladzina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim

Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.

Kemudian Salam

Setelah sholat ghaib selesai dilaksanakan kemudian membaca bersama-sama Surat Al Fatihah, kemudian imam membaca do’a sholat ghaib sebagai berikut :

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad. allahumma bihaqqil faatihati i’tiq riqabanaa wariqaaba haadzal mayyiti (kalau perempuan haadzihil mayyitati) minan naari.

Allahumma anzilirrahmata wal maghfirata alaa haadzal mayyiti (kalau perempuan haadzihil mayyitati) waj’al qabrahu (ha) raudlatan minal jannati walaa taj’alhu (ha) hufratan minan niraani, washallallaahu alaa khairi khalqihi sayyidana muhammadin wa alaa allihi washahbihii ajma’iin, wal hamdu lillahirabbil aalamiin.

Artinya:
Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dosa mayit ini dari siksaan api neraka.

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampun kepada mayit ini. Dan jadikanlah kuburnya taman yang nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Sekedar Tambahan catatan:

1. Doa diatas adalah doa untuk jenazah laki laki satu, jika jenazahnya ada du orang laki laki atau perempuan, maka HU diganti dengan HUMA.

2. Sedangkan untuk perempuan satu orang, diganti dengan HA.

3. Jika jenazahnya berjumlah banyak dan berkelamin pria maka diganti HUM.

4. Jika banyak mayit wanita maka diganti dengan HUNNA.

5. Untuk campuran laki laki maupun perempuan yang digabung sehingga jumlahnya banyak maka , bisa pakai HUM.

Sumber :

1. http://fimadani.com

2. https://islami.co

3. http://www.santrimuda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *