PLTSa Bantar Gebang : Dari Sampah Menjadi Listrik

Bagikan Yuk

Setelah limbah plastik bisa menjadi bijih plastik, kantong plastik, dan solar, ada proyek besar yang tengah digarap oleh pemerintah untuk menuntaskan persoalan akut pengelolaan sampah. Artinya, tidak cuma solusi untuk sampah plastik, juga jenis sampah lainnya.

Proyek itu adalah pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Selain salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah, kehadiran PLTSa juga berfungsi sebagai energi baru terbarukan buat penghasil setrum.

Lantaran masih baru, pemerintah mengundang investor untuk mau berinvestasi di proyek tersebut. Ada 12 kota yang bisa menjadi pilihan investor. Lokasinya sudah barang tentu berdekatan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Salah satunya adalah TPST Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat.

PLTSa Bantar Gebang merupakan proyek percontohan pemerintah. Yang mengerjakan adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Proyek yang bergulir sejak awal tahun 2018 sudah tuntas di akhir tahun lalu. “Saat ini masih tahap penyempurnaan sistem dan penyesuaian mesin. Targetnya, awal April bisa beroperasi,” kata Rudi Nugroho, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT kepada KONTAN, Rabu (6/2).

Karena berupa proyek percontohan, PLTSa Bantar Gebang belum menghasilkan listrik skala besar. Tapi, hasil dari PLTSa Bantar Gebang bisa menjadi proyek percontohan PLTAs lainnya.

Saat beroperasi nanti, PLTSa Bantar Gebang punya bunker sampah dengan daya tampung hingga 2.000 meter persegi (m³), setara dengan 500 ton sampah. Sampah yang masuk bisa sembarang, asalkan bukan golongan 3R (reduce, recycle, reuse).

Prosesnya, sampah yang masuk didiamkan hingga lima hari supaya kering dan dibantu alat derek untuk meniriskan air yang masih menempel di tumpukan sampah. Langkah berikutnya, memindahkan sampah ke tempat penampungan sementara atawa hopper, kemudian didorong masuk ke ruang pembakaran dengan suhu hingga 850 °C.

Dari sinilah keluar panas untuk memanaskan boiler berisi air yang terletak di atas ruang pembakaran. Air yang mendidih itu menghasilkan uap dan dikondisikan dengan tekanan serta suhu tertentu untuk dialirkan ke steam turbin generator.

Nah, turbin inilah yang akan mengubah uap hasil pembakaran sampah menjadi listrik. PLTSa Bantar Gebang nantinya diproyeksikan bisa menghasilkan 700 kilowatt (kW) listrik setiap kali pengolahan. “Listrik bisa dimanfaatkan untuk menggerakan pompa dan mesin PLTSa serta jika ada sisa untuk penerangan sekitar PLTSa,” ujar Rudi.

Kelak, PLTSa Bantar Gebang dilengkapi ragam fasilitas pengolahan supaya limbah yang dihasilkan tidak berbahaya. Contoh, mesin quencer dan bag filter yang bisa menyerap partikel berbahaya dari asap pembakaran hingga instalasi pengolahan air limbah.

Cuma, Rudi menambahkan, PLTSa Bantar Gebang bukan merupakan proyek komersial, tapi sebagai salah satu sarana cepat untuk memusnahkan sampah. Penanganan sampah harus dikerjakan dari hulu hingga hilir. “Listrik sebagai bonus,” ucapnya.

Sumber :

https://peluangusaha.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *