Mau Investasi Di Obligasi? Kenali Dengan Seksama Keuntungan Dan Kerugiannya

Bagikan Yuk

Sumber : http://kukerjakanprmu.blogspot.com/2016/03/pengertian-obligasi.html

Dari banyaknya informasi investasi yang beredar, ada 5 produk investasi yang bisa dijadikan pilihan yaitu

1. deposito,

2. reksa dana,

3. obligasi,

4. saham,

5. emas,

Produk-produk investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, sebelum menjatuhkan pilihan, cari tahu sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya informasi soal investasi tersebut.

Salah satu produk investasi yang akan diulas adalah obligasi. Merujuk pada keberadaan Obligasi Negara Ritel (ORI), data Pemerintah menunjukkan adanya peningkatan pembelian obligasi oleh investor. Diterbitkan pertama kali tahun 2006, jumlah investor yang membeli ORI awalnya hanya 16.561 orang. Kemudian jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2015 telah mencapai 214.151 orang.

Apakah obligasi sebegitu menariknya hingga peminatnya cenderung bertambah? Apa yang membuat obligasi menarik? Mengapa investor mau mengeluarkan dana demi memiliki obligasi?

Yuk disimak selengkapnya

Apa Pengertian Obligasi ?

Menurut para ahli ekonomi, obligasi adalah

Berk [2007:212]

“Obligasi merupakan surat berharga yang diterbitkan (dijual) oleh perusahaan atau pemerintah untuk memperoleh dana dari investor dengan pemberian kompensasi berupa bunga yang dibayarkan berdasarkan perjanjian awal.”

Fahmi [2013:42]

“Obligasi adalah surat berharga yang didalamnya tercantum berbagai hal yang menjelaskan tentang nilai nominal, tingkat kupon (suku bunga), nama penerbit, jangka waktu serta ketentuan ketentuan lain yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yang dijual kepada publik.”

Tandelilin [2010:40]

“Obligasi merupakan sekuritas berisi janji untuk memberi pembayaran tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.”

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang.

Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.

Diterbitkannya obligasi dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Bila ditinjau dari sudut pandang pebisnis, obligasi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana segar demi berjalannya usaha. Sementara Negara memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SIAPAKAH YANG DAPAT MENERBITKAN OBLIGASI?

Obligasi tidak hanya diterbitkan oleh Perusahaan saja. Justru Obligasi yang sering kita lihat banyak yang merupakan Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Obligasi biasanya diterbitkan oleh :

  • Lembaga supranasional, contohnya Bank Investasi Eropa
  • Pemerintah suatu negara menerbitkan Obligasi Pemerintah dalam mata uang negaranya
  • Sub-sovereign, dikenal di Indonesia sebagai Surat Utang Negara (SUN)
  • Lembaga pemerintah. disebut juga sebagai agency bonds, atau agencies.
  • Perusahaan, yang menerbitkan Obligasi Swasta.
  • Special purpose vehicles adalah perusahaan yang didirikan dengan suatu tujuan khusus guna menguasai aset tertentu yang ditujukan guna penerbitan suatu obligasi yang biasa disebut Efek beragun Aset

APA SAJA JENIS OBLIGASI?

Mungkin Anda sering mendengar tentang SUN (Surat Utang Negara) atau ORI (Obligasi Ritel Indonesia) keduanya merupakan beberapa jenis dari Obligasi. Di Indonesia Jenis Obligasi ada beberapa macam, yaitu :

  1. Obligasi Rekap, untuk tujuan dalam rangka Program Rekapitalisasi Perbankan;
  2. Surat Utang Negara (SUN), untuk membiayai defisit APBN;
  3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI), untuk membiayai defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel.
  4. Surat Berharga Syariah Negara (obligasi syariah atau obligasi sukuk), seperti SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.

Dari aspek perpajakan obligasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)
    • atas bunganya dikenakan Pajak Pengasilan dengan tarif 20% dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period).
    • Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 20% dari selisih lebih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo di atas harga perolehan, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest).
  2. Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)
    • Hanya atas diskontonya saja yang dikenakan Pajak Penghasilan, yaitu sebesar 15% dari selisih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo obligasi di atas harga perolehan obligasi.

Kalau berminat dengan obligasi yang berdasarkan sisi penerbit, ada tiga jenis yang perlu Anda tahu dari sisi ini. Ketiga jenis obligasi tersebut, di antaranya:

  1. Corporate Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik Pemerintah (BUMN) maupun swasta. Sebagai contoh, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada tahun 2014 dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) yang berjangka lima tahun.

  1. Government Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah. Di Indonesia obligasi jenis ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, peminat obligasi ini cenderung meningkat tiap tahunnya. Obligasi yang diberi nama Obligasi Negara Ritel (ORI) diterbitkan satu seri setiap tahun, kecuali tahun 2007 dan 2008 yang diterbitkan dalam dua seri.

  1. Municipal Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk membiayai pembangunan yang berhubungan kepentingan publik.

Apa Kelebihan Investasi Pada Obligasi ?

Obligasi memang salah satu produk investasi yang menarik minat para investor dengan berbagai kelebihannya seperti :

1. Investasi Pada Obligasi Termasuk Aman

Aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008

2. Mudah Diperdagangkan

Obligasi diperdagangkan di pasar sekunder yang diatur Bursa Efek Indonesia ( BEI ), transaksinya dilakukan di luar bursa.

3. Menerima Keuntungan Berupa Bunga atau Kupon

Investor akan menerima kupon yang nilainya lebih tinggi dari bunga deposito, semakin panjang jangka waktu obligasi maka semakin tinggi nilai kupon yang diberikan.

4. Keuntungan Dari Selisih Harga Obligasi

Investor juga bisa memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan beli yang dilakukan ketika diperdagangkan. Contoh, harga awal obligasi adalah 100% kemudian harga mengalami kenaikan menjadi 110%, jika anda melakukan penjualan maka anda memperoleh keuntungan sebesar 10%.

5. Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Apa Kekurangan Obligasi sebagai Investasi?

Sampai saat ini tak satu pun produk investasi yang hanya memiliki kelebihan tanpa memiliki kekurangan. Selain kelebihan, obligasi juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Penerbit obligasi berisiko gagal bayar dan konsekuensinya investor tak cuma tidak memperoleh untung, tetapi tak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Untungnya, kekurangan ini tak berlaku pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang.
  • Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada pasar keuangan.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Sebab harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.

Bagaimana? Sudah jelas tentang obligasi?

Sumber :

1. https://www.cermati.com/artikel/apa-itu-obligasi-inilah-penjelasan-lengkapnya

2. http://nichonotes.blogspot.com/2017/11/apa-itu-obligasi-pengertian-obligasi.html

3. www.edukasisaham. co.id/apa-itu-obligasi/

4. https://www.intanblog. com/apa-itu-obligasi/

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *