Legitnya Bisnis Kecap Dan Potensi Yang Ada

Bagikan Yuk

Sumber : http://roda2blog.com/2011/02/19/ngomongin-kecap-manis-ahh/

Hampir di setiap meja makan dan meja dapur, terselip botol kecap. Sebagai penyedap masakan, kecap sangat akrab dengan lidah orang Indonesia. Tak heran, bisnis kecap kian menggiurkan karena konsumsi yang bertambah besar. Olahan kedelai dan gula aren ini bisa mendatangkan keuntungan hingga 30%.

Kecap adalah salah satu produk olahan kedelai yang sejak lama akrab di lidah masyarakat Nusantara. Bahkan, sebagian dari mereka telah menganggap kecap sebagai bumbu pelengkap yang tak bisa dipisahkan dari setiap sajian yang dimasak setiap hari.

Selain sebagai penyedap masakan, kecap juga sering menjadi teman bersantap. Rasanya yang gurih dan manis, kerap menggugah selera saat kita menyantap makanan.

Lantaran penggunaan kecap sudah populer sejak dulu, tidak mengherankan jika hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kecap yang menjadi ciri khas di daerah tersebut. Bahkan, merek-merek kecap itu sudah dikenal sejak puluhan tahun silam. Sebut saja, kecap Mirama, Sukasari, Menjangan, Cemara dan lainnya.

Pangsa pasar kecap di Indonesia memang cukup besar. Saat ini, pasar kecap tingkat nasional masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar dengan jangkauan pemasaran yang luas. Seperti PT Unilever dengan nama produk Kecap Bango, PT Heinz ABC dengan produknya ABC, PD Sari Sedap Indonesia dengan kecap bermerek Kecap Nasional, dan PT Indofood Sukses Makmur dengan label Kecap Indofood.

Meski sejumlah produsen besar telah merangsek masuk, bukan berarti peluang bisnis kecap tertutup. Terbukti, para pemain baru, dengan mengusung merek yang lebih lokal dan skala yang lebih kecil bisa mencuil pasar kecap. Dengan mengutamakan kualitas bahan baku dan proses pembuatan, mereka masuk ke pasar premium.

Maklum, pasar kecap terus membesar seiring tingginya tingkat konsumsi penduduk Indonesia. Selain konsumen rumah tangga, pembeli kecap juga datang dari pelaku usaha kuliner. Kondisi inilah yang membuat pasar kecap bisnis kecap masih menjanjikan. (1)

Sekilas info saja tentang legitnya bisnis kecap. Dalam periode enam tahun sejak tahun 2008, volume pasar kecap berdasarkan survei yang dilakukan MARS, meningkat 3,8% per tahun. Adapun nilai pasar kecap sebesar Rp 7,14 triliun pada tahun 2013, meningkat dua kali lipat bila dibandingkan pada tahun 2008 silam.

Lantas, siapa yang menikmati manisnya pasar kecap tanah air? Setidaknya, empat pemain utama aktif melakukan agenda pemasarannya sepanjang tahun, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk dengan Kecap Bango, PT ABC-Heinz dengan Kecap ABC, PT Wings Food dengan Kecap Sedaap, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan merek Kecap Indofood. Dua merek yang disebut pertama diyakini mengantongi pangsa pasar sebesar 75%. (2)

KECAP NUSANTARA DI TENGAH KECAP BESAR

Kecap SH, Istana, maupun Cap Orang Jual Sate adalah tiga dari banyak sekali merek kecap di Indonesia yang sudah tua. Kecap memang punya sejarah panjang yang tak bisa dilepaskan dari kuliner Nusantara. Dan sejarah ini juga berdampak langsung dengan rasa yang ada.

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/02/08/merek-kecap-tertua-di-indonesia

Dari buku Pemimpin Pengoesaha Tanah (1915) disebutkan bahan baku pembuatan kecap, yakni: ground fish (ikan yang hidup di dasar air, di buku itu dituliskan contohnya: ikan pikak), jamur kuping, daun salam, daun pandan, laos, jahe, sereh, bawang merah, dan suwiran daging ayam. Di berbagai babad soal kecap, bahan lain yang kerap disertakan sebagai bahan baku adalah bunga lawang, ketumbar, akar laos, hingga kepayang, alias kluwek. Tentu beda merek kecap, beda pula racikan resepnya.

Karena itu, hampir setiap daerah punya kecap manis andalan masing-masing. Di Madiun ada kecap Cap Tawon. Di Medan, ada trivium Cap Sempurna, Cap Panah, dan Cap Angsa. Orang Majalengka kenal dua kecap legendaris, Maja Menjangan dan Segi Tiga. Di Semarang, yang terkenal adalah kecap Cap Mirama. Di Palembang ada kecap Cap Bulan dan Cap Merpati. Di Tegal, orang kenal merek Djoe Hoa. Di Makassar ada merek Sumber Baru dan Sinar. Kebumen punya kecap andalan Banyak Mliwis dan Kecap Kentjana. Tuban punya merek Cap Tawon. (3)

POTENSI BISNIS KECAP

Mengintip peluang dari bisnis kecap memang sangat bagus dan cerah apalagi dengan data yang dirilis oleh Kemendag tentang potensi bisnis kecap yang mencapai Rp 7,1 triliun. Usaha kecap bisa dikatakan sangat bagus peluangnya sebab kecap dibutuhkan banyak orang mulai dari rumah tangga hingga usaha kuliner.

Ada 2 pilihan strategi untuk meluaskan pemasaran kecap. Pertama, dengan cara bertempur langsung (head to head) dengan merk-merk terkenal tadi. Dan yang kedua yaitu dengan tidak melawannya secara langsung.

Sumber : https://tatangyudiatmoko.wordpress.com/2007/10/02/halo-dunia/

Bagaimana penjelasan kedua strategi tersebut? Yuk disimak bersama.

Untuk strategi pemasaran langsung (head to head) ini terjadi karena kita meluaskan di pasar yang sama dengan merk terkenal yang sudah ada. Tentu saja di sini dibutuhkan dana promosi dan distribusi yang sangat besar, seperti untuk iklan tv, promosi penjualan, listing fee untuk distributor dan sejenisnya. Budget aktivitas promosi mereka bisa mencapai milliaran rupiah.

Nah, kalau budget sangat terbatas dan tidak memiliki diferensiasi produk yang kuat, disarankan jangan bersaing langsung dengan merk yang sudah mapan. Alasannya karena skala aktivitas pemasaran kita yang kecil akan terbuang percuma. Untuk budget yang terbatas, sangat dianjurkan menggunakan cara yang kedua, yaitu tak melawan secara langsung.

Dalam strategi tak menyerang langsung, bisa menggunakan strategi gerilya. Layaknya perang gerilya, digunakan pendekatan di kala pesaing besar ini “tidur”, dengan kata lain, menggarap bagian yang ditinggalkan pesaing besar.

Caranya ; Kita teliti apa kira-kira varian produk kecap yang tidak ditawarkan pesaing besar, Di wilayah mana yang tak dimasuki pemain besar, atau siapa target pasar yang tidak dibidik pemain besar tadi?

Nah, kita mulai sedikit demi sedikit dari bagian yang tidak dilayani merk-merk besar. Sebagai contoh, kita pasarkan kecap kita ke penjual sate. Terlebih penjual sate tersebut belum digarap oleh merk-merk besar, maka kita bisa memasarkan produk dengan lebih leluasa. Teliti juga apakah target pasar seperti penjual sate, penjual bakso, penjual siomay, penjual soto, warteg dan penjual-penjual lain yang membutuhkan kecap masih bisa anda bidik untuk kecap anda?

Ada banyak merk besar yang mulai membesarkan usaha kecapnya dengan pendekatan ke penjual seperti ini. Selain itu, anda juga bisa melakukan pendekatan ke komunitas atau perkumpulan pecinta kuliner.

Misalnya kalau di daerah anda ada perkumpulan pelatihan memasak, anda bisa masuk ke perkumpulan tersebut untuk memperkenalkan kecap anda, sekaligus membuat mereka mencobanya pertama kali. Jangan lupa juga untuk join di komunitas online, seperti facebook dan twitter.

Di sini anda perlu membangun merk kecap anda, beri nama merknya supaya merk anda terkenal. Untuk contoh varian produk, kalau di pasar sudah ada kemasan botol ukuran kecil, sedang dan besar, anda dapat tawarkan ukuran lainnya yang belum ditawarkan pemain besar.

Misalnya ukuran sachet. Ukuran sachet ini banyak dibeli di daerah yang agak pelosok. Kalau armada anda menembus sampai pelosok, maka ukuran sachet bisa menjadi alternatif untuk meluaskan pasar kecap anda, karena kebanyak orang yang di pelosok daya belinya terbatas, sehingga memilih yang murah, yaitu sachet.

Ini merupakan upaya meluaskan distribusi kecap anda selain ke pasar tradisional. Strategi gerilya yang lain adalah dengan membentuk jaringan atau kerja sama yang luas. Misalnya dengan pihak restoran.

Anda dapat menawarkan memakai merk pihak restoran. Cara ini tentu disukai pihak restoran karena membuat nama restoran mereka semakin kuat. Jadi kita bisa memasok secara produk namun merk / brandnya sesuai dengan merk mereka (private brand).

Terakhir, anda juga perlu mendorong pedagang di pasar untuk mempromosikan kecap anda. Yang dilakukan di sini dengan cara memberi insentif atau hadiah atau bisa juga undian bagi para pedagang.

Misalnya kalau mampu menjual 1 karton besar kecap anda, pedagang akan diberi hadiah tas. Namun kalau mampu menjual  12 karton dalam sebulan akan diberi sebuah emas batangan.

Selain itu bagi yang mampu menjualkan 12 karton berturut-turut selama 5 bulan, berhak mendapatkan 1 buah undian berhadiah naik haji atau umroh. Ini berguna dan sangat powerfull sekali untuk memacu para pedagang agar menyarankan kecap anda ke pembelinya. (4)

Sumber :

1. https://peluangusaha.kontan.co.id/news/makin-gurih-kecapnya-makin-legit-labanya

2. http ://marketeers.com/50110-2/

3. https://tirto.id/jejak-kecap-tradisional-membelah-nusantara-bqG

4. http://www.peluangusahaterbaruku.com/2012/10/bagaimana-melariskan-bisnis-kecap-manis-rumahan.html

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *