Investasi Di Reksadana? Mengapa Tidak. Yuk Pelajari Detail Tentang Reksadana

Bagikan Yuk

Sumber : https://www.ellen-may.com/v3/investasi-saham-atau-reksadana/

Seiring berjalannya waktu investasi mulai dilirik oleh berbagai kalangan termasuk kalangan anak muda alias generasi milenial.

Selain bisa digunakan untuk menyimpan uang, investasi juga menjadi semacam gaya hidup yang lumayan bisa dibanggakan. Hal ini akan menambah tingkat percaya diri ketika hangout bersama teman di cafe atau semacamnya.

Salah satu instrumen yang bisa digunakan untuk melakukan investasi adalah reksadana. Apakah reksadana itu dan apa saja jenis reksadana dan apa kelebihan serta kelemahan ketika berinvestasi di reksadana? Akan lengkap dibahas di artikel berikut

BACA : 5 Cara Menyimpan Dan Menginvestasikan Uang Dari Penghasilan

A. Apakah reksadana itu?

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Dari kedua definisi di atas, terdapat empat unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:

  1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan panjang

Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam “Nilai Aktiva Bersih” (NAB) reksadana tersebut. (1)

B. Apa saja istilah-istilah dalam reksadana yang perlu diketahui?

Ada banyak ditemui istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, salah satunya adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan UP (Unit Penyertaan).

NAB adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan biasa disebut asset under management. Biasanya ini mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.

UP yaitu satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor, atau kata lainnya adalah NAB yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana.

NAB/UP adalah nilai aktiva per uni penyertaan. Pengertiannya adalah harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksa dana.

Subscription adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.

Redemption yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.

Prospektus adalah berisi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunannya sebagai gambaran nilai saham perusahaan tersebut. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.

Manajer Investasi merupakan manajemen profesional yang mengelola dana investasi yang ditempatkan.

Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.

Portofolio Efek adalah kumpulan surat berharga termasuk saham, obligasi, dan unit penyertaan reksa dana yang telah dijual.

Transaksi Disbursement merupakan transaksi pembayaran atau pencairan dari sebagian unit yang dimiliki investor. Tentu yang membayar perncairan ini adalah Manajer Investasi yang diinstruksikan kepada Bank Kustodian untuk diberikan kepada investor.

Transaksi Switching adalah pengalihan dari reksa dana tertentu ke jenis reksa dana lainnya oleh investor. (2)

C. Apa saja jenis reksadana?

Berikut adalah beberapa jenis Reksa Dana :

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun.

Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.

2. Reksa Dana Terproteksi

Reksa Dana dengan mekanisme proteksi 100% pada nilai investasi awal apabila investasi dipertahankan sampai tanggal jatuh tempo dan tidak berlaku apabila dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo.

Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang.

Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

4. Reksa Dana Campuran

Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi pada Efek bersifat ekuitas, Efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing paling banyak 79% (tujuh puluh sembilan persen) dari Nilai Aktiva Bersih, dimana dalam portofolio Reksa Dana tersebut wajib terdapat Efek bersifat ekuitas dan Efek bersifat utang.

Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 3 – 5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko moderat.

5. Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas.

Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif. (3)

D. Apa kelebihan berinvestasi di reksadana?

1. Pengelolaan yang profesional

Kekayaan investasi dikelola dan dimonitor setiap hari oleh Manajer Investasi yang sangat profesional dan berpengalaman di bidang manajemen investasi. Anda terbebas dari pekerjaan administrasi dan pengamatan pasar setiap saat.

2. Diversifikasi Investasi

Dengan kumpulan dana dari banyak investor, Manajer Investasi dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi yang akan memperkecil risiko investasi yang timbul.

3. Likuiditas

Pembelian, penjualan kembali unit penyertaan dapat dilakukan kapan saja setiap hari bursa dan pencairan dana hasil penjualan kembali akan masuk ke rekening Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu maksimum 7 hari bursa.

4. Transparansi

Reksa Dana memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai komposisi aset dan instrumen portofolio investasi, risiko yang dihadapi serta biaya-biaya yang timbul. Selain itu untuk proses pembukuan dilakukan oleh pihak independen selain Manajer Investasi, yaitu Bank Kustodian dan wajib diperiksa oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK.

5. Potensi Pertumbuhan Nilai Investasi

Dengan akumulasi dana dari banyak investor, Reksa Dana mempunyai kekuatan dalam memperoleh biaya investasi yang relatif rendah karena besarnya dana yang dikelola, serta akses pada instrumen investasi yang mungkin sulit dilakukan secara individual. Hal ini memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan untuk memperoleh hasil investasi yang menarik sesuai dengan tingkat risikonya.

6. Terjangkau

Dana awal dalam investasi Reksa Dana relatif kecil apabila dibandingkan dengan investasi secara langsung di pasar modal. Bahkan beberapa startup seperti Tokopedia menjual reksadana mulai dengan harga Rp 10.000

BACA : Mau Investasi Reksadana Yang Gampang? Coba Tokopedia Reksadana Aja

7. Bukan Objek Pajak

Hasil penjualan kembali dan keuntungan dari hasil investasi Reksa Dana bukan merupakan objek pajak. (3)

E. Apa kelemahan berinvestasi di reksadana?

Selain keuntungan, investasi dalam Reksa Dana juga mengandung risiko yang perlu Anda perhatikan, diantaranya:

1. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Berkurangnya nilai Unit Penyertaan dapat disebabkan oleh:

  • Perubahan kondisi pasar (misalnya tingkat suku bunga, inflasi, dan lain-lain) yang mengakibatkan fluktuasi harga/tingkat pengembalian Efek.
  • Wanprestasi dari pihak perusahaan Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana.
  • Force majeure yang dialami oleh Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana sebagaimana diatur dalam peraturan di bidang pasar modal.

2. Risiko Perubahan Kondisi Politik dan Ekonomi

Kinerja usaha industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kondisi peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Perubahan peraturan pemerintah terkait ekonomi makro, dunia usaha, dan perpajakan dapat mempengaruhi kondisi perekonomian dan kinerja usaha industri, yang kemudian mempengaruhi tingkat pengembalian dan hasil investasi yang akan diperoleh Reksa Dana.

3. Risiko Likuiditas

Apabila seluruh atau sebagian besar pemegang Unit Penyertaan secara serentak melakukan Penjualan Kembali kepada Manajer Investasi, maka dapat menyebabkan Manajer Investasi tidak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk melunasi Penjualan Kembali Unit Penyertaan tersebut.

Dalam hal terjadi keadaan-keadaan di luar kekuasaan (force majeure), Manajer Investasi dapat menolak Penjualan Kembali Unit Penyertaan sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan OJK.

4. Risiko Nilai Tukar

Risiko nilai tukar mungkin timbul karena berubahnya nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah. (3)

F. Bagaimana simulasi berinvestasi di reksadana?

Sebagai gambaran seperti apakah berinvestasi di reksa dana tersebut, simak simulasinya sebagai berikut:

Misalnya Mail punya uang Rp500.000 dan ingin membeli reksa dana “Bunga” senilai modalnya itu.

Pada saat Mail membeli reksa dana “Bunga” tersebut, nilai NAB per UP 1.000, maka dia akan mendapatkan: Rp500.000/1.000 = 500 UP.

Setelah 5 bulan, ternyata NAB per UP reksa dana “Bunga” naik menjadi 1.500.

Mail kemudian memutuskan untuk menjual seluruh Unit Penyertaannya (UP), maka dia dipastikan akan untung karena nilai NAB per UP naik.

Perhitungannya adalah:

1.500 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp750.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp750.000 (hasil dari perubahan UP) x Rp500.000 (modal) = Plus (+) Rp250.000

Sebaliknya, pada saat NAB per UP itu turun ke 700 dan Mail memutuskan tetap menjual selluruh unitnya, maka dia akan mengalami kerugian.

Perhitungannya adalah:

700 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp350.000 (hasil dari perubahan UP)

Rp350.000 (hasil dari perubahan UP) – Rp500.000 (modal) = Minus (-) Rp150.000

Jadi, dalam 5 bulan Mail investasi di reksa dana tersebut bisa meraup keuntungan sebesar Rp250.000 atau justru malah mengalami kerugian Rp150.000, tergantung dari posisi nilai NAB per UP pada waktu penjualan instrumen tersebut. (2)

Sumber :

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana

2. https://www.cermati.com/artikel/tips-jitu-investasi-reksa-dana-bagi-para-pemula

3. https://www.bca.co.id/id/Individu/Produk/Investasi-dan-Asuransi/Reksadana

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *