Evoware : Kurangi Sampah Dengan Menjual Gelas Dari Rumput Laut

Bagikan Yuk

Sumber : https://inhabitat.com/100-biodegradable-edible-packaging-is-so-much-better-than-plastic/

Ide bisnis bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bisa saja muncul ketika kita sedang memikirkan sesuatu tentang kondisi sosial dan lingkungan.

David Christian misalnya. Pria yang memiliki jiwa sosial tinggi ini mendapatkan ide bisnis saat memikirkan kondisi lingkungan di Jakarta yang penuh dengan sampah.

Setelah 4 tahun mengenyam pendidikan tinggi di Kanada, pada 2015 dia pulang ke ibu kota. Saat itu pikirannya terusik ketika melihat banyak sampah di Jakarta.

“Terutama sampah plastik, itu menimbulkan kontaminasi. Aku bikin riset dan terpikir membuat produk yang bisa kasih solusi dan bisa mengedukasi, tapi dengan cara menyenangkan,” tuturnya belum lama ini.

Sumber : http://generasimudaid.com/index.php/news/read/634/temuan-anak-muda-ini-sangat-menginspirasi-loh%E2%80%A6

Akhirnya membuat penemuan yang baru pertama kali ada di Indonesia yaitu gelas yang bisa dimakan. Gelas ini bernama Evoware dan dibuat dengan berbahan dasar Jelly gelas ini aman dikonsumsi karena gelas ini tidak menggunakan gelatin atau pelapis hewani. Selain dapat dimakan gelas Evoware ini juga ramah lingkungan karena dapat melebur atau hancur dengan sendirinya. Produk ini menjadi salah satu inovasi unik untuk mengurangi sampah gelas plastik.

Gelas ini juga dapat julukan “MIKAN” yaitu minum dan dapat dimakan. Gelas ini berbahan dasar jelly rumput laut yang sudah di ekstrak. Rumput laut dipilih lantaran bahan bakunya berlimpah di Indonesia. Menurut David, hal itu juga bisa membantu para petani rumput laut.

“Kita produsen rumput laut terbesar. Tapi kebanyakan diekspor. Lagi pula banyak tengkulak yang biasanya beli Rp 14-16 ribu per kg. Kalau kami bisa bayar Rp 100 ribu per kg,” tambahnya.

David berani membayar tinggi untuk bahan baku rumput laut lantaran misi utama bisnisnya memang tujuannya sosial. Dia juga meminta para petani untuk membersihkan rumput lautnya sebelum dikirim dari Makassar.

Lalu mengapa disebut ramah lingkungan? Karena gelas ini bila tidak dimakan juga akan hancur dengan sendirinya. Bahan rumput laut dipilih karena bagus untuk tanah dan tanaman. Ditambah lagi, manfaat gelas Evoware untuk tubuh kita yaitu gelas ini memiliki High Fiber yang juga bagus untuk pencernaan bila dikonsumsi selain itu ini juga bagus untuk kamu yang sedang diet karena gelas evoware ini tidak menggunakan gula.

Proses membuat gelas Evoware ini dengan cara memasak air hingga mendidih lalu dicampur dengan jelly rumput laut yang sudah di ekstrak diaduk sekitar 5 sampai 10 menit hingga mendidih lalu tiriskan dan tuang ke dalam cetakkan gelas.

Awalnya David Christian sang penemu gelas ajaib ini mencoba-coba terlebih dahulu produk yang ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk hal yang bermanfaat. Saat ini David sudah memasarkan produknya dari bazar ke bazar dan sudah ada Wedding Organizer, Chattering yang menggunakan produknya. Hingga saat ini David mampu memproduksi sekitar 200 gelas per harinya.

Karena gelas Evoware ini tidak menggunakan pengawet sama sekali, gelas ini bisa disimpan dengan suhu dingin sekitar 7 hari dan jika disimpan di luar ruangan mampu bertahan hingga 3 hari. Harga yang dijual pun tidak begitu mahal untuk produk gelas yang ditawarkan oleh David ini yaitu bervariasi dari Rp.5.000-Rp.20.000 /gelas. Gelas yang ditawarkan juga ada 3 macam ukuran short cup sekitar 5 Cm, lalu 9 Cm, dan 11 Cm yang paling tinggi.

Bisnisnya resmi berdiri pada pada April 2016 dengan nama Evoware. Modal yang dia keluarkan bertahap, David sampai lupa berapa pundi-pundi uang yang sudah dikeluarkan. “Modal awal enggak dihitung karena keluar gitu saja. Ya puluhan mungkin puluhan juta, karena untuk riset dan beli barang saja,” tuturnya.

Sumber : https://id.pinterest.com/pin/107523509837187602/?lp=true

Kala itu Evoware hadir dengan produk andalannya gelas rumput laut. Produknya itu juga dijamin bebas bahan kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Dia memasarkan produknya secara online melalui webtsite ataupun media sosial seperti Instagram. Pelanggannya tidak hanya individu tapi juga restoran.

“Untuk restoran kita jual powder dan cetakannya. Jadi mereka bisa bikin sendiri. Tergantung orderan masuk,” ujarnya.

Pada Oktober 2017, David meluncurkan produk baru, yakni plastik kemasan sachet yang juga terbuat dari rumput laut. Target pasar dari produk barunya itu adalah perusahaan produsen makanan yang biasanya menggunakan plastik untuk kemasannya.

BACA : Tanpa Disadari, Betapa Kejamnya Sedotan Dalam Merusak Lingkungan

Produknya itu bisa digunakan untuk berbagai macam jenis produk, seperti sachet untuk kopi atau minuman instan lainnya, atau bahwa pembungkus burger yang tentunya juga bisa dimakan beserta isinya.

Bukan hanya perusahaan di Indonesia, David juga menawarkan perusahaan di luar negeri dengan mengirimkan sampel. Bahkan sekitar 87% dari produk plastik siap makan yang diproduksinya saat ini dikirim ke luar negeri.

“Orang luar negeri lebih sadar untuk menjaga lingkungan. Mereka bersedia membayar lebih mahal. Meskipun masih membeli sampel, tapi mereka sudah minat, belum deal saja,” tuturnya.

Memang jika dihitung-hitung packaging rumput laut lebih mahal dibanding plastik. David mematok harga sekitar Rp 11 per cm. Namun dia bersedia memberikan diskon untuk pembelian partai besar.

Sementara untuk gelas rumput laut dia mematok harga di kisaran Rp 9 ribu sampai dengan Rp 20 ribu per cup. Sedangkan untuk pembelian dalam bentuk bubuk sekitar Rp 5.800 untuk 1 cup-nya.

Untuk rata-rata orderan yang masuk saat ini sekitar 2 ribu hingga 3 ribu cupper hari. Sedangkan untuk packaging dia memproduksi sekitar 440 meter per harinya.

Saat ini Evoware masih menjadi industry rumahan dan semua masih dibuat manual. David memiliki karyawan sekitar 17 orang dan 10 orang pekerja paruh waktu untuk bagian produksi.

Namun sayang dia masih merahasiakan pendapatan dan laba Evoware. Sebab sejak awal tujuan bisnisnya memang untuk kegiatan sosial.

“Kami belum bisa ngomong. Ya kalau kita lakukan bisnis dengan cara benar profit pasti mengikuti,” akunya.

Ke depan David berencana untuk membuat sebuah PT dan perusahaan dengan visi dan misi mengurangi penggunaan plastik, memproduksi  piring, mangkuk, sendok, garpu, sedotan dan yang lainnya serta memperluas target pasarnya di Indonesia. Selain itu dia juga hendak untuk menambah kapasitas produksi untuk produk packaging-nya, sebab dia melihat ada prospek cerah untuk produknya itu.

Sumber :

1. https://finance.detik.com

2. http://generasimudaid.com/index.php/news/read/634/temuan-anak-muda-ini-sangat-menginspirasi-loh%E2%80%A6

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *