Big Data Dan Pemanfaatannya Untuk Dunia Pendidikan

Bagikan Yuk

Sumber : https://mmc.tirto.id/image/2017/04/17/IlustrasiBigData2.JPG

Big Data.

Mendengar istilah tersebut pasti kita langsung tahu bahwa big data berhubungan dengan data yang besar.

Tapi apakah big data hanya sebatas data yang besar saja?

Seberapa besar suatu data bisa disebut sebagai big data?

Apakah big data itu penting?

Apa manfaatnya bagi kehidupan kita terutama di dunia pendidikan?

Oke mari kita coba bahas satu persatu.

Apa Itu Big Data?

Menurut Wikipedia

Big Data is a phrase used to mean a massive volume of both structured and unstructured data that is so large it is difficult to process using traditional database and software techniques. In most enterprise scenarios the volume of data is too big or it moves too fast or it exceeds current processing capacity.

Sedangkan menurut Edd Dumbill

Big data is data that exceeds the processing capacity of conventional database systems. The data is too big, moves too fast, or doesn’t fit the strictures of your database architectures. To gain value from this data, you must choose an alternative way to process it.

Dari kedua definisi diatas mungkin bisa disimpulkan bahwa Big Data adalah data yang memiliki volume besar sehingga tidak dapat diproses menggunakan alat tradisional biasa dan harus menggunakan cara dan alat baru untuk mendapatkan nilai dari data ini.

Setiap hari kita menciptakan banyak data, data ini bisa berasal dari mana saja;

  • posting ke situs media sosial,
  • upload gambar di instagram
  • upload video di youtube,
  • unggah nilai mahasiswa di sistem informasi akademik
  • jurnal penelitian para dosen
  • browsing di google
  • browsing di ecommerce
  • penggunaan google map (pencarian lokasi dll)
  • dari mana ke mana saat Anda bepergian menggunakan Go-Jek
  • percakapan di whatsapp, line, messenger dll.

Data ini adalah big data.

Sebagaimana diungkapkan oleh Andrew McAfee dalam tulisannya berjudul “Big Data: The Management Revolution” mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang signifikan jika kita merujuk big data.

Pertama adalah Volume.

Big data adalah buah dari revolusi digital yang saat ini sedang melanda dunia.

Di 2012, McAfee mengungkapkan bahwa tercipta 2,5 exabytes setiap harinya. Setiap 40 bulan, angka tersebut meningkat dua kali lipat.

Sebagai contoh, salah satu perusahaan retail yang menghasilkan data dalam jumlah yang besar adalah Walmart. Perusahaan tersebut menghasilkan 2,5 petabyte setiap jam dari para pelanggannya. Dengan data yang besar tersebut, Walmart bisa menganalisis tingkah laku belanja pelanggannya dengan lebih baik.

Kedua adalah Velocity.

McAfee mengungkapkan, kecepatan mampu membuat peluang bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan dengan lebih baik daripada saingannya.

Big data, selain menyajikan data atau informasi yang besar, ia harus pula memberikan analisis yang cepat.

Misalnya pekan lalu ada libur Paskah, minggu depan kita dihadapkan dengan Isra Mi’raj, dan minggu depannya lagi akan ada perayaan hari buruh.

Program yang menarik apa yang harus diluncurkan toko online dalam menghadapi tiga akhir pekan panjang tersebut? Big data dengan sifat velocity, mampu mengatasi permasalahan ini.

Ketiga adalah Variety.

Dicontohkan adalah Maps. Informasi mulai dari pencitraan satelit, berbagai sensor di jalanan, dan review pengguna adalah ragam informasi atau data yang wajib dimiliki big data.

McAfee mengungkapkan, dengan menggunakan big data dalam pengambilan keputusan, perusahaan-perusahaan yang mengisi posisi tiga besar dalam berbagai industri, mengungkapkan bahwa mereka 5 persen lebih produktif dan 6 persen lebih menguntungkan daripada kompetitor yang tidak memanfaatkan big data. Big data, dapat diimplementasikan ke segala bidang. Termasuk juga di pendidikan.

Big data mempunyai karakteristik berukuran sangat besar (high-volume), atau sangat bervariasi (high-variety), atau kecepatan pertumbuhan tinggi (high-velocity), dan sangat tidak jelas (high veracity).

Big data menjadi penting di era digital, karena merupakan dasar empirik bagi banyak strategi pemasaran serta keputusan-keputusan publik yang memengaruhi  banyak orang.

Ini bisa terjadi karena big data mempunyai manfaat untuk melihat pola perilaku masyarakat.

Hal ini juga yang menjadi manfaat terbesar bagi penelitian-penelitian berbasis sosial yang biasanya menjadikan perilaku masyarakat sebagai objek riset.

Namun, penggunaan big data ini juga membawa beberapa isu yang kini sudah mulai banyak dibicarakan di negara-negara maju, yaitu isu privasi dan penggunaan data.

Isu ini terkait masalah penggunaan data yang banyak dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk mendapatkan keuntungan, serta penggunaan data yang terkesan misterius.

Apakah Big Data Itu Penting? Untuk Apa?

Big Data tidak hanya berputar pada jumlah data yang dimiliki oleh suatu organisasi, tetapi hal yang penting adalah bagaimana mengolah data internal dan eksternal.

Kita dapat mengambil data dari sumber manapun dan menganalisanya untuk menemukan jawaban yang diinginkan seperti :

  • Kecenderungan mahasiswa memilih suatu jurusan di suatu kampus
  • Apakah seorang mahasiswa kemungkinan lulus dengan nilai baik atau tidak
  • Menentukan akar penyebab kegagalan untuk setiap masalah bisnis.
  • Menghasilkan informasi mengenai titik penting penjualan berdasarkan kebiasaan pelanggan dalam membeli.
  • Menghitung kembali seluruh risiko yang ada dalam waktu yang singkat.

Peran Big data di Dunia Pendidikan

Digitalisasi data menyebabkan ledakan data di Perguruan tinggi yang membuka peluang big data di perguruan tinggi.

Data-data digital dalam jumlah banyak meninggalkan tentang apa yang mahasiswa dan akademisi lihat, apa yang mereka baca, keterlibatan dan perilaku mereka, penilaian, tentang kepentingan dan prefensi mereka sehingga menyediakan sejumlah besar data yang dapat ditambang untuk pengalaman pembelajaran.

Nilai big data terletak pada hasil analisis dan prediksi atau tindakan yang diambil dari hasil analisis dan prediksi tersebut. Penggunaan big data analytic di perguruan tinggi meliputi learning analytic, academic analytic, dan process analytic.

Dengan penggunaan big data analytic di perguruan tinggi maka dapat diperoleh wawasan yang lebih tentang mahasiswa, akademisi, dan proses di perguruan tinggi sehingga mendukung analisis prediksi dan peningkatan pengambilan keputusan berdasarkan data yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kinerja keberhasilan mahasiswa dan institusi.

DOWNLOAD

Makalah Penggunaan Big Data Analytic di Perguruan Tinggi

Georgia State’s Nursing School misalnya, memanfaatkan big data untuk menganalisis mahasiswa mereka.

Hasilnya sebagaimana diungkapkan Timothy M. Renick, pembantu Rektor universitas tersebut mengatakan “Kamu (mahasiswa) boleh mendapatkan nilai C atau A dalam kelas merawat dan (kamu) akan tetap sukses (melanjutkan kuliah).”

Ia lantas melanjutkan, “tapi jika kami memperoleh angka yang rendah di pelajaran matematika, saat menjadi mahasiswa junior maupun senior, kamu melakukan sesuatu yang celaka.”

Analisis big data yang dilakukan universitas tersebut mengungkapkan bahwa terdapat kurang dari 10 persen mahasiswa keperawatan dengan nilai C pada kelas matematika yaang kemudian lulus di kampus tersebut.

Bandingkan dengan sekitar 80 persen mahasiswa keperawatan di kampus tersebut yang pada akhirnya lulus dengan paling tidak memperoleh nilai B+ pada pelajaran Aljabar dan Statistik.

Analisis big data mengungkapkan bahwa, matematika sangat berpengaruh terhadap mata kuliah seperti biologi, mikrobiologi, psikologi, dan farmatologi yang harus dihadapi oleh mahasiswa kampus tersebut.

Georgia State merupakan salah satu kampus yang memanfaatkan big data untuk menganalisis kemungkinan seorang mahasiswa akan drop-out atau gagal kuliah di kemudian hari.

Dengan analisis big data, pihak kampus akan menyiapkan penasihat yang memberikan kiat-kiat agar mahasiswa mereka bisa bertahan dan sukses di kemudian hari.

Analisis big data pun bisa dimanfaatkan untuk menentukan apakah seorang mahasiswa salah mengambil jurusan atau tidak.

Dr. Renick mengungkapkan, “ketika Amazon melihat buku apa yang kamu pilih dan (Amazon) membuat prediksi buku apa yang kemungkinan kamu sukai, (prediksi tersebut) tidak membutuhkan mengapa kamu menyukai buku ketiga.”

Ia melanjutkan, “Big data kami tidak memerlukan secara pasti mengapa mahasiswa memperoleh nilai yang jelek. Hal tersebut terjadi ribuan dan ribuan kali. Kami melihat pola.”

Big data tidak perlu mencari jawaban mengapa si mahasiswa memperoleh nilai yang jelek.

Ia hanya menangkap pola si mahasiswa, lalu membandingkannya dengan mahasiswa lain yang memiliki pola yang mirip. Kemudian, hasil analisis big data berikan untuk memberikan masukan.

Itulah tentang big data, pentingnya big data dan pemanfaatn big data di dunia akademis.

Tulisan ini dirangkum oleh Ahmad Muttaqin

Diambil dari berbagai sumber

Sumber :

1. https://medium.com/skyshidigital/berkenalan-dengan-big-data-15fd941122f8

2. http://www.ui.ac.id/berita/manfaat-perkembangan-big-data-di-era-modern.html

3. https://tirto.id/memahami-banyak-hal-dengan-big-data-cmVQ

4. https://www.researchgate.net/publication/277906196_Penggunaan_Big_Data_Analytic_di_Perguruan_Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *