Aspergillus Tubingensis : Harapan Baru Dari Pakistan Untuk Mengurai Plastik

Bagikan Yuk

Sumber : http://blog.worldagroforestry.org

Plastik ada di mana-mana di dunia modern. Namun, peningkatan produksi dan penggunaan berbagai plastik yang luar biasa merupakan ancaman besar bagi lingkungan: sampah plastik dapat menutup saluran air dan tanah, melepaskan bahan kimia berbahaya, dan merupakan ancaman bagi hewan yang dapat menyebabkan kesalahan dengan mengkonsumsi sampah plastik sebagai makanan.

Karena sifat xenobiotik mereka – yang berarti bahwa mereka tidak ada sebelum sintesisnya atau dibuat oleh manusia – polimer plastik tidak mudah dipecah oleh bakteri, jamur dan makhluk kecil yang memakan bahan limbah lainnya.

BACA : Tanpa Disadari, Betapa Kejamnya Sedotan Dalam Merusak Lingkungan

Ada bukti yang meningkat bahwa, bahkan ketika mereka agak merosot, partikel plastik kecil dapat bertahan di lingkungan, mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Upaya untuk menangani limbah plastik melalui penguburan di tempat pembuangan akhir, daur ulang atau insinerasi tidak berkelanjutan, selain mahal, juga dapat mengakibatkan produk samping yang beracun, terutama di negara-negara berkembang yang seringkali kekurangan sumber daya untuk mengatasi plastik dengan aman.

Namun baru-baru ini ada kabar gembira yaitu para ilmuwan dari World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Institut Botani Kunming di Chinaini mengidentifikasi jamur yang dapat membantu mengatasi masalah limbah  dengan menggunakan enzim untuk menghancurkan bahan plastik secara cepat.

Sumber : www.manwants.co.uk

Mereka melihat keberadaan sebuah jamur yang memakan plastik di tempat pembuangan sampah yang terletak di Islamabad, Pakistan. Jamur itu adalah jamur Aspergillus tubingensis. Hasil penelitiannya mereka tulis dalam sebuah studi yang berjudul ‘Biodegradasi Poliester oleh Aspergillus Tubingensis’ dan diterbitkan oleh jurnal Environmental Pollution edisi Juni 2017. (1)

Dari penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa jamur aspergillus tubingensis dapat merusak plastik-plastik yang telah digunakan. Menurut para ilmuwan, plastik non-biodegradable dalam beberapa pekan bisa menyekresikan enzim yang memisahkan molekul individual.

Penulis utama dalam studi ini adalah Dr Sehroon Khan dari World Agroforestry Centre, Institut Biologi Kunming mengatakan bahwa timnya telah mencari cara untuk mendegradasi limbah plastik yang sudah ada di alam.

“Kami memutuskan untuk mengambil sampel dari tempat pembuangan sampah di Islamabad, Pakistan, untuk melihat apakah ada makanan di plastik itu dengan cara yang sama seperti organisme lain memakan tanaman mati atau hewan,” katanya, sebagaimana dikutip dari Asia One, Kamis (21/9/2017).

Dalam penelitiannya, mereka menguji jamur tersebut terlebih dahulu. Jamur diuji di piring cair, tanah, dan Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang terutama digunakan untuk isolasi dermatofit, jamur dan ragi lainnya. Hal ini dilakukan untuk menemukan kondisi ideal agar jamur dapat bekerja dengan efektif.

Khan dan timnya menemukan bahwa jamur dapat membuat plastik membusuk di ketiga media tersebut. Degradasi paling tinggi saat berada di lempeng SDA, kemudian diikuti oleh cairan dan tanah.

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13937013/jamur-asal-pakistan-ini-bisa-memakan-plastik-solusi-mengatasi-sampah

Jamur sendiri diketahui memang hidup di tanah. Namun, para periset mengatakan bahwa ia juga dapat bertahan di permukaan plastik.

Dengan ditemukannya aspergillus tubingensis ini, Khan berharap bisa membantu melestarikan lingkungan. Hal ini dapat menjadi solusi bagi ancaman plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. Jamur ini bisa digunakan di pabrik pengolahan limbah untuk merawat partikel plastik yang telah mencemari persediaan air dan juga tanah.

“Tujuan tim kami selanjutnya adalah menentukan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur dan degradasi plastik, melihat faktor seperti tingkat pH, suhu dan media kultur,” kata Dr Khan. “Ini bisa membuka jalan untuk menggunakan jamur di pabrik pengolahan limbah, atau bahkan di tanah yang sudah terkontaminasi sampah plastik.” (3)

BACA : Bahaya Yang Mengintai Dari Balik Tissue Dan Rp 5,6 Milyar Hanya Untuk “Membeli” Tissue Basah

Penemuan ini merupakan yang paling baru di bidang mikoremediasi, sebuah proses yang menggunakan jamur untuk menurunkan zat pencemar. Hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan, sebab plastik sangatlah berbahaya karena bisa membawa karsinogen dan juga polutan mematikan lainnya. (2)

Meski sering diremehkan, namun ternyata jamur bisa membuktikan bahwa mereka berguna di bidang obat-obatan, produksi bahan bakar bio, dapat mengonsumsi polutan seperti tumpahan minyak, bahan kimia beracun seperti gas saraf sarin, TNT, dan limbah radioaktif dan kini bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah plastik.

“Jika dikembangkan, jamur ini bisa menjadi salah satu alat untuk mengatasi masalah lingkungan paling parah di dunia, yaitu limbah plastik,” tulis laporan Kew Gardens.(3)

Sumber :

1. https://www.ikons.id/plastik-terdegradasi-oleh-jamur-ditemukan-di-tempat-sampah-pakistan/

2. https://news.okezone.com/read/2017/09/21/18/1780502/mantap-atasi-limbah-ilmuwan-temukan-jamur-pengurai-plastik-di-pakistan

3. http://nationalgeographic.grid.id/read/13937013/jamur-asal-pakistan-ini-bisa-memakan-plastik-solusi-mengatasi-sampah

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *