5 Cara Menyimpan Dan Menginvestasikan Uang Dari Penghasilan

Bagikan Yuk

Banyak orang di sekitar kita ketika ada kejadian mendadak yang berhubungan dengan finansial akan kelabakan. Misal jika tiba-tiba handphone atau motor hilang da harus membeli yang baru namun tidak mempunyai uang cash, atau contoh lain misal tiba-tiba sakit atau ada anggota keluarga yang sakit namun tidak mempunyai uang untuk berobat (walaupun sudah ada BJPS) atau misalnya ketika anak akan memasuki usia sekolah namun tidak menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

Ada anggapan atau istilah yang mengatakan seberapa banyak penghasilanmu maka sebanyak itu pula pengeluaranmu. Padahal istilah ini bisa dicegah jika memang melek finansial.

Ada banyak cara untuk mulai melek finansial yaitu dengan kebiasan-kebiasaan berikut :

1. Beli barang jika memang benar-benar perlu

2. Jangan biasakan hutang namun biasakan menabung dulu jika ingin membeli (Ini lebih baik karena memang ada beberapa barang yang harus segera didapatkan)

3. Bagilah pendapatan dan pengeluaran dengan bijak semisal investasikan setiap 10% anggaran dan sisanya baru dibelanjakan

4. Biasakan menulis catatan harian keuangan gara pengeluaran bisa dikontrol dan dianalisa

Nah berikut ini ada beberapa cara untuk mulai menyimpan uang agar bisa menjadi dana darurat atau bisa digunakan untuk investasi

1. Tabungan

Skema tabungan bisa dilakukan dengan menahan uang di bank atau menggunakan sistem tradisional smeisal celengan dll.

Jenis model penyimpanan uang dengan mekanisme tabungan paling gampang namun resikonya adalah uang akan tergerus nilai inflasi atau jika memang menabung di bank antara pajak yang dikeluarkan dengan bunga yang ada tidak seimbang. Namun ini jauh lebih baik daripada tidak mempunyai uang tabungan sama sekali.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=de6B0R0OWrs

2. Deposito

Skema deposito mempunyai kelebihan uang yang ditabung seimbang dengan nilai inflasi yang ada bahkan jika depositonya dalam nominal yang besar bisa sedikit membantu menghidupi kita.

Deposito bank umumnya kisaran 8-10% per tahun. Namun kelemahannya adalah jika kontraknya 1 tahun dan dibutuhkan saat mendesak tidak bisa diambil ataupun jika dipaksa diambil malah terkena penalti.

Sumber : https://www.thegold.asia/cara-membiasakan-diri-menabung-emas/

3. Emas

Investasi dengan melalui emas sudah dilakukan oleh para orang tua jaman dahulu dengan cara membeli emas perhiasan dan disimpan atau dipakai sebagai perhiasan.

Untuk saat ini metode penyimpanan menggunakan skema emas sudah berkembang tidak hanya menggunakan emas perhiasan tetapi juga menggunakan emas murni. Salah satu kelemahan emas perhiasan adalah ada nilai penurunan karena penggunaan emas.

Dan kelebihan investasi dengan menggunakan emas adalah nominal yang diinvestasikan akan cenderung naik. Misal jika membeli emas 1 gram di tahun 2010 dengan harga Rp 500.000 dan dijual pada tahun 2018 akan seharga Rp 578.000.

Kelemahan emas sebenarnya hanya 1 yaitu ada selisih nilai dari harga beli dengan harga jual. Namun ini tidak terlalu signifikan.

4. Reksadana

Cara investasi yang paling aman dan bisa menyesuaikan dengan inflasi bahkan lebih tinggi adalah reksadana. Mungkin banyak yang belum familier dengan istilah reksadana ini.

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Intinya rekasadana ini mirip dengan saham namun ada yang membantu mengelola bukan dimainkan oleh sendiri.

Salah satu kelebihan reksadana adalah ada 3 model reksadana yang sesuai dengan keinginan yaitu :

a. ReksaDana Pasar Uang (memberikan return yang paling kecil)

ReksaDana ini cocok bagi orang yang ingin investasi dalam jangka pendek , yaitu kurang dari 1 tahun. ReksaDana pasar uang sangat cocok bagi investor yang mencari instrumen investasi pengganti tabungan, dikarenakan bunga tabungan yang sangat kecil.

b. ReksaDana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

ReksaDana Pendapatan Tetap cocok bagi investor yang tujuan investasinya antara 1 sampai 3 tahun.

c. ReksaDana Campuran (Balanced Fund)

ReksaDana Campuran cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi menengah, antara 3 sampai 5 tahun. ReksaDana Campuran biasanya memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan Reksadana Pendapatan Tetap.

d. ReksaDana Saham (Equity Fund)

ReksaDana Saham lebih cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi panjang, antara 5 sampai 10 tahun. Menganut kepada prinsip high risk high return, ReksaDana Saham mempunyai risiko yang paling tinggi dibandingkan dengan ReksaDana lainnya, tetapi mempunyai tingkat potensi keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Yang harus diketahui sebelumnya adalah pemilihan ReksaDana harus disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu investasi dan tujuan investasi dari masing-masing. Untuk investasi dalam jangka pendek sampai menengah, ReksaDana Pasar Uang dan ReksaDana Pendapatan Tetap dapat menjadi pilihan, tetapi bagi investor yang berminat beinvestasi dalam jangka panjang, boleh dicoba berinvestasi di ReksaDana Campuran dan ReksaDana Saham.

5. Saham

Ada 2 kelebihan jika menabung dengan metode pembelian saham.

a. Bisa digunakan untuk trading

Jika ingin mendapat nilai tambah dari tabungan saham bisa dicoba dengan trading saham. Trading saham yaitu jual beli saham dengan metode harian, mingguan atau bulanan atau tahunan. Selain bisa digunakan untuk menyimpan uang juga bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham.

b. Bisa diinvestasikan

Jika hanya ingin digunakan untuk menyimpan uang, saham juga bisa diinvestasikan namun dengan metode membeli saham perusahaan besar atau blue chip semisal unilever, bri, kalbe farma.

c. Bisa mendapat dividen dari perusahaan

Jika mempunyai saham di perusahaan tertentu selain bisa dijualbelikan juga bisa mendapat dividen. Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

Yang perlu diingat adalah jika mau berinvestasi di saham nilainya lumayan fluktuatif sehingga juga perlu disiapkan resikonya.

Itulah 5 cara untuk menabung atau menyimpan uang agar uang yang ada bisa digunakan untuk keperluan baik mendesak maupun untuk keperluan jangka panjang.

Advertisement
Advertisement

Artikel Menarik Lainnya

One Reply to “5 Cara Menyimpan Dan Menginvestasikan Uang Dari Penghasilan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *